Sejarah Islam

Kisah Bilal bin Rabbah

Pada suatu ketika, di tengah hari bulat, padang pasir berganti rupa menjadi neraka jahanam, mereka membawanya keluar, lalu melemparkan ke pasir yang bagai menyala dalam keadaan telanjang. Kemudian beberapa orang laki-laki mengangkat batu besar panas laksana bara, dan menjatuhkan ke atas tubuhnya dan dadanya….

Siksaan kejam dan biadab ini mereka ulangi setiap hari, hingga karena dahsyatnya, lunaklah hati beberpa orang diantara algojo-algojo yang menaruh kasihan kepadanya. Mereka berjanji dan bersedia melepaskannya asal saja ia mau menyebut nama tuhan-tuhan mereka secara baik-baik walau dengan sepatah kata sekalipun-tak usah lebih-yang akan menjaga nama baik merekea di depan umum, hingga tidak menjadi buah pembicaraan bagi orang-orang Quraisy bahwa mereka telah mengalah dan bertekuk lutut kepada seorang budak yang gigih dan keras kepala.

Tetapi, walau sepatah kata pun yang dapat diucapkan bukan dari lubuk hatinya, dan yang dapat menembus nyawa dan hidupnya tanpa kehilangan iman dan melepas keyakinannya, Bilal tidak hendak mengucapkannya ….!

Memang ditolaknya mengucapkan hal itu, dan sebagai gantinya, diulang-ulanglah senandungnya yang abadi, “Ahad …! Ahad …! Allah Yang Maha Tunggal …! Allah Yang Maha Tunggal …!” pendera-pendera pun berteriak, bahkan seakan-akan hendak memohon kepadanya, “ Sebutlah Lata dan ‘Uzza!” Tetapi jawabannya tetap tidak berubah dari, “Ahad …! Ahad …!” “Sebutlah apa yang kami sebut!” pinta mereka pula. Tetapi dengan ejekan pahit dan penghinaan yang menakjubkan ia menjawab, “Lidahku tak dapat mengucapkannya …!”

Tinggallah Bilal dalam deraan panas dan tindihan batu, hingga ketika hari petang mereka tegakkan badannya dan ikatan tali pada lehernya, lalu mereka suruh anak-anak untuk mengaraknya keliling bukit-bukit dan jalan-jalan kota Mekkah, sementara Bilal tiada lekang kedua bibirnya melagukan senandung sucinya, “Ahad …! Ahad …!”

Benar dugaan kita, bahwa bila malam telah tiba, orang-orang itu akan menawarkan padanya, “Esok, ucapkan kata-kata yang baik terhadap tuhan-tuhan kami, sebutlah tuhanku Lata dan ‘Uzza …, nanti kami lepaskan dan biarkan kamu sesuka hatimu! Telah letih kami menyiksamu, seolah-olah kami sendirilah yang disiksa!” Tetapi pastilah Bilal akan menggelengkan kepalanya dan hanya menyebut, “Ahad …! Ahad …!”

Karena tak dapat menahan gusar dan amarah murkanya, Umayah meninju sambil berseru, “Kesialan apa yang menimpa kami disebabkanmu, hai budak celaka?! Demi Tuhan Lata dan ‘Uzza, akan kujadikan kau sebagai contoh bagi bangsa budak dan majikan-majikan mereka!” Dengan keyakinan seorang mukmin dan kebesaran seorang suci, Bilal menyahut, “Ahad …! Ahad …!”

Orang-orang yang diserahi tugas berpura-pura menaruh kasihan kepadanya, kembali membujuk dann mengajukan tawaran, katanya kepada Umayah, “Biarkanlah ia wahai Umayah! Demi Lata dan ‘Uzza! Mulai saat ini ia tak akan disiksa lagi! Bilal ini anak buah kami. Bukankah ibunya sahaya kami …? Nah, ia tak akan rela bila dengan ke-Islamannya itu nama kami ejekan dan cemoohan bangsa Quraisy …!”

Bilal membelalakkan matanya menetang para penipu dan pengatur muslihat licik itu, tetapi tiba-tiba ketegangan itu jadi kendur dengan tersunggingnya sebuah senyuman bagi cahaya fajar dari mulutnya. Dan dengan ketenangan yang dapat mengguncangkan dan mengharubirukan mereka, katanya, “Ahad …! Ahad …!”

Waktu pagi hampir berlalu, waktu dzuhur dekat menjelang, dan Bilal pun dibawa orang ke padang pasir, tetapi tetap sabar dan tabah, tenang tak tergoyahkan. Sementara mereka menyiksanya, tiba-tiba datanglah Abu Bakar Shiddiq, serunya, “Apakah kalian akan membunuh seorang laki-laki karena mengatakan bahwa Tuhanku ialah Allah?! “Kemudian katanya kepada Umayah bin Khalaf, “Terimalah ini untuk tebusannya, lebih tinggi dari harganya, dan bebaskan ia …!”

Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s