Arsip dan Managemen Kantor

A. Pengertian Arsip


arsip filing cabIstilah arsip bisa mengandung berbagai macam pengertian. Pendefinisian arsip dapat dipengaruhi oleh segi peninjauan, sudut pandang, dan atau pembatasan ruang lingkupnya. Akan tetapi, untuk memahami arti dasar arsip perlu terlebih dahulu mengetahui berdasarkan etimologi atau asal-usul katanya. Secara etimologis istilah arsip dalam bahasa Belanda yaitu “archief”, dan dalam bahasa Inggris disebut “Archive”, yang berasal dari kata “arche” bahasa Yunani yang berarti permulaan. Kemudian “arche” berkembang menjadi kata “ta archia” yang berarti catatan. Selanjutnya kata “ta archia” berubah lagi menjadi “archeon” yang berarti gedung pemerintahan. Gedung yang dimaksud tersebut juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan secara teratur bahan-bahan arsip seperti: catatan-catatan, bahan-bahan tertullis, piagam-piagam, surat-surat, keputusan-keputusan, akte-akte, daftar-daftar, dokumen-dokumen, peta-peta, dsb.

Dalam bahasa Inggris arsip juga sering dinyatakan istilah file yang artinya simpanan, yaitu berupa wadah, tempat, map, ordner, kotak, almari cabinet, dan sebagainya yang digunakan untuk menyimpan bahan-bahan arsip, yang sering disebut sebagai berkas. Ada juga istilah lain yang sering digunakan untuk menyatakan arsip, yaitu record dan warkat. Records adalah setiap lembaran (catatan, bahan tertulis, daftar, rekaman, dsb) dalam bentuk atau dalam wujud apapun yang berisi informasi atau keterangan untuk disimpan sebagai bahan pembuktian atau pertanggungjawaban atas suatu peristiwa/kejadian.

Sedangkan warkat berasal dari bahasa Arab yang berarti surat, akan tetapi dalam perkembangan lebih lanjut diartikan lebih luas yaitu berupa setiap lembaran yang berisi keterangan yang mempunyai arti dan kegunaan. Dalam pemahaman sederhana dapat dinyatakan bahwa arsip adalah salah satu produk kantor (office work). Artinya, kearsipan merupakan salah satu jenis pekerjaan kantor atau pekerjaan tata usaha yang banyak dilakukan oleh badan-badan pemerintah, maupun badan swasta.

Kearsipan menyangkut pekerjaan yang berhubungan dengan penyimpanan warkat atau surat-surat, dan dokumen-dokumen kantor lainnya. Kegiatan yang meliputi penciptaan arsip, penyimpanan arsip (filing), penemuan kembali arsip (finding), dan penyusutan arsip (pengamanan, pemeliharaan, dan pemusnahan) inilah yang disebut kearsipan. Kearsipan memegang peranan penting bagi kelancaran jalannya organisasi, yaitu sebagai sumber dan pusat rekaman informasi bagi suatu organisasi.

B. Manajemen Kearsipan

Manajemen kearsipan sering disebut juga menajemen warkat, tata kearsipan atau dalam bahasa Inggrisnya disebut “Record Management”. Pengertian Manajemen kearsipan pada prinsipnya adalah pengelolaan arsip daari sejak pembuatan sampai tidak digunakan lagi. Drs. E. Martono mengatakan “Record Management secara singkat disebut juga manajemen warkat, tidak lain adalah seluruh mata rantai aktivitas penataan warkat sejak warkat dilahirkan hingga warkat tersebut dimusnahkan atau dilindungi secara permanent karena mempunyai nilai guna yang permanent” (Drs. E. Martono, 1987:4).

Warkat atau arsip pada mulanya dikatakan sebagai lembaran kertas yang berisi catatan-catatan tentang data-data atau keterangan-keterangan tertentu. Pada saat sekarang tidak hanya lembaran kertas saja yang disebut warkat atau arsip, tetapi semua media yang dapat menggantikan fungsi kertas seperti kaset, microfilm, cd, disket, flash disk juga dapat digolongkan sebagai arsip. Arsip sering juga disebut dengan istilah file. Yang dimaksudkan file adalah kumpulan dari warkat atau arsip. Arsip suatu organisasi perlu dikelola dengan baik karena mempunyai fungsi dan nilai guna yang sangat diperlukan oleh suatu organisasi.

Adapun nilai guna dari suatu arsip meliputi berbagai aspek sesuai dengan nilai guna yang dimilikinya. Menurut Drs. E. Martono nilai guna suatu arsip disingkat dengan ALFRED, yang maksudnya:

A = Administration Value/warkat yang bernilai administrasi

L = Legal Value/warkat yang mempunyai nilai hukum

F = Fiscal Value/warkat yang mempunyai nilai keuangan

R = Research Value/ warkat yang mempunyai nilai penelitian

E = Education Value/ warkat yang mempunyai nilai pendidikan

D = Documentary Value/ warkat yang mempunyai nilai dokumentasi

Dalam sehari-hari, dikaitkan dengan sering tidaknya suatu arsip dipergunakan dalam operasional suatu organisasi, dikenal adanya 3 macam arsip, yaitu:

a. Arsip aktif, yaitu arsip-arsip yang masih dipergunakan secara langsung dalam proses operasional suatu organisasi. Jadi masih disimpan dalam unit pengolah.

b. Arsip in aktif, yaitu arsip yang nilai gunanya sudah menurun, maksudnya sudah jarang dipergunakan dalam proses operasional suatu organisasi. Biasanya arsip ini sudah disimpan di unit penyimpanan arsip.

c. Arsip statis, yaitu arsip-arsip yang mempunyai nilai permanent, sering juga disebut sebagai arsip nasional karena untuk arsip-arsip yang mempunyai nilai guna secara nasional akan disimpan di Arsip Nasional RI Pusat atau Arsip Nasional RI Daerah.

C. Identitas Arsip

Suatu arsip yang baik akan mempunyai paling tidak 5 identitas pokok. Kelima identitas tersebut adalah:

a. Nama Instansi/perusahaan, yaitu nama dari pihak yang membuat arsip tersebut. Untuk surat biasanya mempunyai dua nama yaitu nama organisasi yang mengeluarkan surat dan nama orang yang bertanggung jawab terhadap surat itu.

b. Nomor, yaitu nomor dari arsip tersebut. Setiap arsip atau dokumen resmi akam mempunyai nomor. Nomor ini antara lain menunjukkan nomor penerbitan dari arsip tersebut. Contoh: nomor surat.

c. Judul/Perihal/Subyek, yaitu identitas yang menunjukan masalah atau urusan yang terkandung dalam arsip tersebut.

d. Tanggal, yaitu tanggal pembuatan atau penerbitan arsip

e. Tempat, yaitu menunjukkan tempat dimana arsip tersebut dibuat atau diterbitkan. Kelima identitas arsip ini akan sangat bermanfaat dalam pengelolaan arsip.

D. Sistem Kearsipan

Di Indonesia, sehubungan dengan pengelolaan arsip dikenal ada dua sistem, yaitu Sistem Kearsipan Agenda (Sistem Lama) dan Sistem Kearsipan Kartu Kendali (Sistem Baru). Dinamakan Sistem Kearsipan Agenda karena salah satu alat Bantu utama yang digunakan untuk melaksanakan system tersebut adalah buku agenda. Sedangkan system yang baru dinamakan Sistem Kartu Kendali karena alat Bantu utama yang dipergunakan untuk mengelola atau melaksanakan kearsipan adalah kartu kendali.

Perbedaan pokok dari dua system tersebut adalah sebagai berikut:

a. Dalam system agenda, aktivitas kearsipan dibagi menjadi dua aktiitas terbesar, yaitu Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar, dan Penyimpanan warkat/arsip atau filing.

b. Dalam system kartu kendali aktivitas kearsipan dilaksanakan sejak arsip lahir atau ada (masuk dan keluar) sampai penyimpanannya sekaligus. Sedangkan saat ini system filing telah berkembang lagi.

Ada 5 sistem dasar yang dapat digunakan yaitu:

a. Alfabetis/Abjad, adalah penyimpanan atau penempatan dokumen diurutkan berdasarkan alphabet atau abjad. Yang diurutkan disini adalah nama orang atau nama perusahaan. Jadi nama-nama tersebut diurutkan secara abjad berdasarkan huruf pertama. Penempatan dan pengurutannya sama persis dengan pengurutan kata-kata pada kamus.

b. Numeric/nomor, atau system angka, yaitu penyimpanan arsip yang pengurutannya didasarkan pada nomor. Dapat menggunakan nomor surat tetapi dapat juga menggunakan kode yang terdiri dari angka-angka.

c. Subjek/sistem masalah, yaitu penyimpanan arsip yang didasarkan pada subjek surat. Jadi arsip-arsip dikelompokkan berdasarkan pada subjek atau perihal surat.

d. Tanggal atau lebih dikenal sistem kronologis, yaitu penyimpanan arsip yang diurutkan berdasarkan tanggal surat atau tanggal datangnya surat.

e. Geografi/Wilayah, yaitu penyimpanan warkat yang dikelompokkanberdasarkan asal darimana warkat tersebut dikirim.

E. Peralatan Kearsipan

Peralatan yang dipergunakan dalam bidang kearsipan pada dasarnya sebagian besar sama dengan alat-alat yang dipergunakan dalam bidang ketatausahaan pada umumnya. Peralatan yang dipergunakan terutama untuk penyimpanan arsip, minimal terdiri dari:

a. Map, yaitu berupa lipatan kertas atau karton manila yang dipergunakan untuk penyimpanan arsip. Jenisnya terdiri dari map biasa yang sering disebut stopmap folio, stopmap bertali (portapel), map jepitan (snellhechter), map tebal yang lebih dikenal dengan sebutan ordner atau brieforner. Penyimpanan ordner lebih baik di rak atau lemari, bukan di filing cabinet dan posisi penempatannya bisa tegak. Sedangkan stopmap folio dan snelhechter penyimpanannya dalam posisi mendatar, atau tergantung (bila yang menggunakan snelhechter gantung) didalam filing cabinet, sedangkan portapel sebaiknya disimpan dalam almari karena dapat memuat banyal lembaran arsip.

b. Folder, merupakan lipatan kertas tebal/karton manila berbentuk segi empat panjang yang gunanya untuk menyimpan atau menempatkan arsip, atau satu kelompok arsip di dalam filing cabinet. Bentuk folder mirip seperti stopmap folio, tetapi tidak dilengkapi dengan daun penutup, atau mirip snelhechter tetapi tidak dilengkapi jepitan. Biasanya folder menggunakan tab, yaitu bagian yang menonjol dari folder yang berfungsi untuk menempatkan kode-kode, atau indeks yang menunjukkan isi folder yang bersangkutan.

c. Guide, adalah lembaran kertas tebal atau karton manila yang dipergunakan sebagai penunjuk dan/atau sekat/pemisah dalam penyimpanan arsip. Guide terdiri dari dua bagian, yaitu tab guide yang berguna untuk mencantumkan kode-kode, tanda-tanda atau indeks klasifikasi (pengelompokan) dan badan guide itu sendiri. Jumlah guide yang diperlukan dalam system filing adalah sebanyak pembagian pengelompokkan arsip menurut subyeknya. Misalnya guide pertama untuk menempatkan tajuk (heading) subjek utama (main subjek), guide ke dua untuk menempatkan sub-subyek, guide ke tiga untuk yang lebih khusus lagi dst.

d. Filing Cabinet, adalah perabot kantor berbentuk persegi empat panjang yang diletakkan secara vertical (berdiri) dipergunakan untuk menyimpan berkas-berkas atau arsip. Filing cabinet mempunyai sejumlah laci yang memiliki gawang untuk tempat menyangkutkan folder gantung. Filing cabinet terdiri berbagai jenis ada yang berlaci tunggal, berlaci ganda, dsb.

^Muslimah Yang Ikhlas^

LOVES

Muslimah yang Ikhlas

Penulis: Ummu Habibah
Muroja’ah: Ustadz Abu Salman

Saudariku muslimah… ketahuilah bahwa engkau dan manusia  seluruhnya di muka bumi ini diciptakan dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah, demikian pula tujuan jin diciptakan tidak lain adalah untuk meyembah Allah.

Allah berfirman,
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu (yaitu mengesaknKu).” (Adz Dzariyat 56)

Ibadah dilakukan oleh seorang muslimah karena kebutuhannya terhadap Allah sebagai tempat sandaran hati dan jiwa, sekaligus tempat memohon pertolongan dan perlindungan. Dan ketahuilah saudariku bahwa ikhlas merupakan salah satu syarat diterimanya amal seorang muslimah, di samping dia harus mencontoh gerak dan ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam ibadahnya.

“Dan mereka tidaklah disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan dien (agama) kepadaNya, dengan mentauhidknnya.” (Al Bayyinah 5)

Ikhlas adalah meniatkan ibadah seorang muslimah hanya untuk mengharap keridhoan dan wajah Allah semata dan tidak menjadikan sekutu bagi Allah dalam ibadah tersebut. Ibadah yang dilakukan untuk selain Allah atau menjadikan sekutu bagi Allah sebagai tujuan ibadah ketika sedang beribadah kepada Allah adalah syirik dan ibadah yang dilakukan dengan niat yang demikian tidak akan diterima oleh Allah. Misalnya menyembah berhala di samping menyembah Allah atau dengan ibadah kita mengharapkan pujian, harta, kedudukan dunia, dan lain-lain. Syirik merusak kejernihan ibadah dan menghilangkan keikhlasan dan pahalanya.

Abu Umamah meriwayatkan, seseorang telah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, “Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang untuk mendapatkan upah dan pujian? Apakah ia mendapatkan pahala?”

Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ” Ia tidak mendapatkan apa-apa.”

Orang tadi mengulangi pertanyaannya sebanyak tiga kali, dan Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tetap menjawab, ” Ia tidak akan mendapatkan apa-apa. ” Lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal, kecuali jika dikerjakan murni karenaNya dan mengharap wajahNya.” (HR. Abu Dawud dan Nasai)

Ketahuilah saudariku… bahwa ikhlas bukanlah hal yang mudah dilakukan. Ikhlas adalah membersihkan hati dari segala kotoran, sedikit atau pun banyak – sehingga tujuan ibadah adalah murni karena Allah.

Ikhlas hanya akan datang dari seorang muslimah yang mencintai Allah dan menjadikan Allah sebagi satu-satunya sandaran dan harapan. Namun kebanyakan wanita pada zaman sekarang mudah tergoda dengan gemerlap dunia dan mengikuti keinginan nafsunya. Padahal nafsu akan mendorong seorang muslimah untuk lalai berbuat ketaatan dan tenggelam dalam kemaksiatan, yang akhirnya akan menjerumuskan dia pada palung kehancuran di dunia dan jurang neraka kelak di akhirat.

Oleh karena itu, hampir tidak ada ibadah yang dilakukan seorang muslimah bisa benar-benar bersih dari harapan-harapan dunia. Namun ini bukanlah alasan untuk tidak memperhatikan keikhlasan. Ingatlah bahwa Allah sentiasa menyayangi hambaNya, selalu memberikan rahmat kepada hambaNya dan senang jika hambaNya kembali padaNya. Allah senatiasa menolong seorang muslimah yang berusaha mencari keridhoan dan wajahNya.

Tetaplah berusaha dan berlatih untuk menjadi orang yang ikhlas. Salah satu cara untuk ikhlas adalah menghilangkan ketamakan terhadap dunia dan berusaha agar hati selalu terfokus kepada janji Allah, bahwa Allah akan memberikan balasan berupa kenikmatan abadi di surga dan menjauhkan kita dari neraka. Selain itu, berusaha menyembunyikan amalan kebaikan dan ibadah agar tidak menarik perhatianmu untuk dilihat dan didengar orang, sehingga mereka memujimu. Belajarlah dari generasi terdahulu yang berusaha ikhlas agar mendapatkan ridho Allah.

Dahulu ada penduduk Madinah yang mendapatkan sedekah misterius, hingga akhirnya sedekah itu berhenti bertepatan dengan sepeninggalnya Ali bin Al Husain. Orang-orang yang yang memandikan beliau tiba-tiba melihat bekas-bekas menghitam di punggung beliau, dan bertanya, “Apa ini?” Sebagian mereka menjawab,“Beliau biasa memanggul karung gandum di waktu malam untuk dibagikan kepada orang-orang fakir di Madinah.” Akhirnya mereka pun tahu siapa yang selama ini suka memberi sedekah kepada mereka. Ketika hidupnya, Ali bin Husain pernah berkata, “Sesungguhnya sedekah yang dilakukan diam-diam dapat memadamkan kemurkaan Allah.”

Janganlah engkau menjadi orang-orang yang meremehkan keikhlasan dan lalai darinya. Kelak pad hari kiamat orang-orang yang lalai akan mendapati kebaikan-kebaikan mereka telah berubah menjadi keburukan. Ibadah mereka tidak diterima Allah, sedang mereka juga mendapat balasan berupa api neraka dosa syirik mereka kepada Allah.

Allah berfirman,
“Dan (pada hari kiamat) jelaslah bagi azab mereka dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan. Dan jelaslah bagi mereka keburukan dari apa-apa yang telah mereka kerjakan.” (Az Zumar 47-48)

“Katakanlah, Maukah kami kabarkan tentang orang yang paling merugi amalan mereka? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia usaha mereka di dunia, sedang mereka menyangka telah mengerjakan sebaik-baiknya.” (Al Kahfi 103-104)

Saudariku muslimah… bersabarlah dalam belajar ikhlas. Palingkan wajahmu dari pujian manusia dan gemerlap dunia. Sesungguhnya dunia ini fana dan akan hancur, maka sia-sia ibadah yang engkau lakukan untuk dunia. Sedangkan akhirat adalah kekal, kenikmatannya juga siksanya. Bersabarlah di dunia yang hanya sebentar, karena engkau tidak akan mampu bersabar dengan siksa api neraka walau hanya sebentar.

engkau tidak akan mampu bersabar dengan siksa api neraka walau hanya sebentar.

engkau tidak akan mampu bersabar dengan siksa api neraka walau hanya sebentar.

^sahabatku^

sahabatku,

bila hari ini kamu memilih untuk bersedih,
maka aku akan tetap memilih untuk bersemangat,
membuat jejak sejarah di hariku yang baru..

jika kamu memilih untuk pesimis akan impian besarmu,
maka aku akan tetap meneguhkan hati,
melangkah dan berlari mewujudkan impianku..

semua orang pasti pernah jatuh, gagal, dan terpuruk dalam kesedihan…
namun tidak semua orang mau bangkit dari keterpurukannya..

dan hari ini, aku ingin kita menjadi pribadi yang berbeda,
pribadi yang lebih baik hati dan amalnya…
pribadi yang me”raja”kan iman daripada nafsunya..

always big motivation for U & me, frend, 🙂
sahabatku,

sepanjang hidup kita,
terkadang kita lebih memberikan yang terbaik untuk urusan dunia,
namun urusan akhirat kita berikan sisa-sisa tenaga yang ada,

untuk kebahagiaan dunia seakan-akan ia begitu segala-galanya
yang layak kita perjuangkan,
sedangkan kebahagiaan akhirat kita sedikit pun belum begitu banyak
yang kita mau korbankan…

hari ini,
meski jutaan manusia berlari merengkuh kenikmatan dunia,
namun tetaplah berusaha menjadi pribadi yang “berbeda”,
pribadi anggun nan mulia yang berlari melawan arus
untuk merengkuh kenikmatan akhirat yang abadi…

#always big motivation for me & u, frend, 🙂

_Moment Hafidz Indonesia_

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

[my slideshow] SUBHANALLAH,, senangnya melihat acara ini, begitu melekat dihati. Anak-anak kebanggaan Indonesia yang datang dari latar belakang yang berbeda. contohnya kisah “Irfan sang hafidz cilik” yang sedih karena  teman-temannya didampingi orangtua namun ia tidak. Ia rindu akan ibunya, selain itu ada “Adi sang hafidz cilik” yang lucu. berusia 3 tahun tapi sudah menghafal al-qur’an. “Farid sang hafidz cilik” yang bacaan qur’annya baik dan memukau terutama untuk diriku sendiri, “Hilya sang hafidz cilik” yang memiliki suara yang lantang, dan banyak lagi kisah-kisah lainnya dari adik-adik mungil kita yang luar biasa. Pastinya, banyak anak Indonesia yang terinspirasi, termasuk diriku yang tidak sempurna. Melihat wajah-wajah nan cantik dan bercahayanya mereka, sangatlah membanggakan ^_^ (semangat untuk adik-adikku, tetaplah berjuang dan istiqomah)

info acara “Best of Hafidz Indonesia” Ahad, 4 Agustus 2013 akan berkumpul para pemenang dari setiap grup ^__^ (Selalu Cinta Qur’an)

^Hafidz Indonesia^

 

Assalamu’alaikum sahabat sekalian,

di bulan ramadhan ini, ada acara menarik yang patut di tonton yaitu acara Hafidz Indonesia di salah satu stasiun tv ternama. Terlebih saya, sangat senang menonton acara televisi tersebut.  Untuk itu sebagai informasi, berikut ini adalah para pemenang/ juara grup Hafidz Indonesia ^__^ (selamat membaca)

Pemenang Hafidz Indonesia Tiap Grup

Hafidz Indonesia Grup 1
Finalis : Fatih, Aliya, dan Farid
Juara 1 : Farid (7 tahun)
Juara 2 : Fatih (7 tahun)
Juara 3 : Aliya (7 tahun)

farid

Farid juara 1

Farid Juara 1 Hafidz Indonesia Grup 1

Hafidz Indonesia Grup 2
Finalis : Awa, Hilya dan Adi
Juara 1 : Hilya (5 tahun)
Juara 2 : Awa (7 tahun)
Juara 3 : Adi (3 tahun)

Hafidz Indonesia Grup 2

Hilya Hafidz Indonesia

Hilya Juara 1 Hafidz Indonesia Grup 2

Hafidz Indonesia Grup 3
Finalis : Cemerlang, Farhan, dan Rifa
Juara 1 : Rifa
Juara 2 : Farhan
Juara 3 : Cemerlang

Hafidz Indonesia Grup 3

Rifa Juara 1 Hafidz Indonesia Grup 3

Hafidz Indonesia Grup 4
Finalis : Aleiya, Raihan, dan Muchsin
Juara 1 : Raihan
Juara 2 : Aleiya
Juara 3 : Muchsin

Hafidz Indonesia Grup 4BQpttqaCEAABDDf

raihan (5 tahun) juara 1 Hafidz Indonesia Grup 4

http://aliprayogi.blogspot.com/2013/07/pemenang-hafidz-indonesia-tiap-grup.html

Bocah yang Mengislamkan Ribuan Orang

Kompasiana.com

Dua buku menarik dan sangat inspiratif yang saat ini saya baca adalah Bocah yang Mengislamkan Ribuan Orang dan 10 Bersaudara Bintang Al-Qur’an. Buku pertama ditulis oleh Mujahidin Nur, sedang buku kedua ditulis oleh Izzatul Jannah – Irfan Hidayatullah.
Buku pertama, Bocah yang Mengislamkan Ribuan Orang ini mengisahkan tentang anak bernama Syarifuddin Khalifah yang terlahir dari keluarga Kristen Khatolik ternyata mampu menghafal Al-Qur’an di usia 1,5 tahun. Allah swt memperlihatkan keajaiban bocah Arusha, kota kecil di utara Tanzania, Afrika.

Bahwa dikisahkan, penduduk di Arusha yang hanya berjumlah 1.2 juta orang, dimana mayoritas penduduk beragama Kristen, baik Kristen Anglikan dan Kristen Katolik, lahir anak yang di usia 4 bulan sudah mampu membaca ayat suci Al-Qur’an. Anak pasangan Francis dan Domisia ini pun semakin membuat kehebohan ketika di usianya yang masih beberapa hari, menolak untuk dibaptis di Kingori Baptis Church.
“Mama usinibibaptize, naamini kwa Allah na jumba wake Muhammad saw!”

Begitulah Syarifuddin kecil mengucapkan pada kedua orangtuanya dalam bahasa Arusha. “Ibu, tolong jangan baptis saya, saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Muhammad SAW.” Jauh setelah acara pembaptisan yang gagal, Allah swt makin memperlihatkan kebenaran ajaran-Nya dengan memperlihatkan kemampuan Syarifuddin menghafal al-Qur’an maupun sholat lima waktu tanpa ada yang mengajarkan maupun mencontohkan.
Melihat keajaiban demi keajaiban, Francis dan Domisa akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat. Mereka resmi masuk Islam dengan disaksikan oleh Ustaz Ismael. Penduduk yang sebelumnya mayoritas beragama Kristen pun mulai percaya kebenaran dari Allah swt dan mereka ramai-ramai masuk Islam. Tak heran, kini ribuan orang telah diislamkan oleh Syarifuddin.
Kompasianers, suatu ketika Syarifuddin –yang sudah digelari Syekh- datang ke Ethiopia. Ribuan orang hadir di stadion Ethiopia. Tak cuma kaum muslimin, justru yang hadir mayoritas umat Kristiani. Harap maklum, anak yang terlahir dari keluarga non-muslim memiliki magnet yang begitu kuat di kalangan Kristiani. Mereka yang tidak percaya maupun setengah percaya ingin melihat langsung sosok Syarifuddin.

Bahkan, mereka yang tidak percaya sempat mengatakan pada Syekh, “Are you Jesus?” Kemudian dengan tenang Syakh Syarifuddin menjawab, “No…I’m not Jesus, I’m created by God. The same God who created Jesus.” (hal 109). Di stadion Ethiopia itu pula, bocah ini membimbing umat Kristiani untuk mengucapkan dua kalimat syahadat: Asyhadu an-laa ilaaha illallaah. Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah. Subhanallah!
Buku kedua 10 Bersaudara Bintang Al-Qur’an memang sudah lama. Buku ini diterbitkan Sygma Publishing, Bandung pada 2010, namun masih sangat update dan direkomendasikan menjadi salah satu buku koleksi Anda. Buku kedua ini mengisahkan sebuah keluarga muslim di Indonesia yang mampu menjadikan 10 orang buah hati mereka sebagai anak-anak yang shalih, hafal Al-Qur’an dan berprestasi. Mereka adalah keluarga pasangan suami istri Mutammimul Ula dan Wirianingsih beserta 10 putra-putri mereka.
Kompasianers, Mutammimul Ula (Kang Tamim) adalah anggota DPR RI dari fraksi PKS, sedangkan Wirianingsih (Mbak Wiwi) adalah Staf Departemen Kaderisasi DPP PKS sekaligus Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan Ketua Umum PP Salimah (Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29 propinsi dan lebih dari 400 daerah di Indonesia. Meski kedua orang ini sibuk, namun mereka berhasil mencetak 10 anak yang mampu hafal Al-Qur’an.

Anak pertama, Afzalurahman Assalam, sudah hafal Al-Qur’an sejak usia 13 tahun. Lulusan Teknik Geofisika ITB ini sempat Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo. Lalu anak kedua, Faris Jihady Hanifah, telah hafal Al-Qur’an di usia 10 tahun dengan predikat mumtaz (sempurna cara membacanya). Mahasiswi Fakultas Syariat LIPIA ini sempat meraih juara I lomba tahfiz Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003. Bukan cuma itu, di bidang akademik ia pun menjadi juara olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 2004.

Anak ketiga, Maryam Qonitat, hafal Al-Qur’an sejak usia 16 tahun. Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo ini adalah pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren Husnul Khatimah 2006. Kemudian anak keempat, Scientia Afifah Taibah, telah hafal 29 juz sejak SMA. Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) ini sempat menjadi pelajar teladan dan saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal Al-Qur’an tingkat SMA se-Jakarta Selatan.

Anak Kelima, Ahmad Rasikh ‘Ilmi, telah hafal lebih dari 15 juz Al-Qur’an. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif bahasa Arab MA Husnul Khatimah. Ismail Ghulam Halim, putra keenam, telah hafal lebih dari13 juz Al-Qur’an. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri teladan, santri favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi.

Anak Ketujuh, Yusuf Zaim Hakim, telah hafal lebih dari 9 juz Al-Qur’an. Bukan cuma jago hafal al-Qur’an, prestasi akademiknya pun luar biasa. Ia sempat duduk di peringkat I di SDIT, peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor. Muhammad Syaihul Basyir, putra kedelapan, sudah hafal Al-Qur’an 30 juz pada saat kelas 6 SD.Hadi Sabila Rosyad, putra kesembilan, sudah hafal lebih dari 2 juz Al-Qur’an dan terakhir Himmaty Muyassarah,
putri kesepuluh, juga sudah hafal lebih dari 2 juz Al-Qur’an.

Apa tips yang dilakukan oleh Kang Tamim dan Mbak Wiwi sehingga mampu mencetak putra-putrinya hafal al-Qur’an?

1. Kuncinya adalah keseimbangan proses. Meski berdua sibuk, mereka telah menetapkan pola hubungan keluarga yang saling bertanggungjawab dan konsisten satu sama lain.
2. menyingkirkan televisi dari rumah.
3. Tidak memasang gambar-gambar selain kaligrafi.
4. Tidak membunyikan musik-musik yang melalaikan.
5. Selesai salat Subuh dan Maghrib adalah waktu khusus untuk Al-Quran yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga ini.
6. Sewaktu anak masih balita, orangtua konsisten membaca Al-Quran di dekat mereka dan mengajarkannya.
7. Mengkomunikasikan tujuan kenapa harus hafal al-Qur’an. Awalnya tidak masalah memberikan hadiah.
8. Perlu diedukasi pada anak, urgentitas menjadi hafiz Al-Quran, selain keutamaan di dunia dan keutamaan akhirat.
Semoga dua kisah di atas, yakni kisah Syarifuddin dari Afrika dan 10 Bersaudara yang hafal al-Qur’an menjadi inspirasi kita bersama. Insya Allah, kelak kita sebagai orangtua muslim harus jauh bersemangat untuk mencetak generasi-generasi Qur’an, ketimbang mendahulukan mengikuti les ini-itu. Sebab, mayoritas mereka yang hafal al-Qur’an, secara akademis memiliki nilai luar biasa

Wisata Hati bersama Ustad Yusuf Mansur

Pembaca yang saya hormati, kematian adalah guru kehidupan yang terbaik. Tapi hati kita terlalu lama mati, sehingga tak menganggapnya sebagai sebuah pelajaran. Rasul Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam., pernah memberitahu akan datangnya satu hal yang mengakhiri segala kenikmatan dan mengahancurkan kesenangan. Yaitu kematian.

Kematian juga digambarkan sebagai sebuah penghancur kesombongan dan keserakahan. Artinya siapa saja yang tahu dan sadar bahwa dirinya akan mati, makan ia akan hidup dengan penuh kerendahatian dan penuh berderma . seharusnya . sekali lagi seharusnya.

Tapi, sebagaimana tersebut pada kalimat pembuka diatas, kematian akhirnya tidak mampu mengajarkan apa-apa kepada kita. Kematian adalah kematian, tidak lebih, tidak punya muatan ajaran apapun. Kematian menjadi biasa saja. Sebabnya mungkin kita terlalu sering melihat kematian, terlalu sering melihat iring-iringan kematian. Itu sebabnya kita tidak takut mati, bahkan tidak pernah berfikir bahwa kita juga bisa mati, dan pasti mati.

Sebab lainnya adalah hati kita sendiri yang hampir mati (atau sudah mati ?), atau terlanjur berkarat dengan dosa dan hilangnya rasa malu ?

Allah hadirkan kematian secara bergantian, bergilirian, tentu ada maksud. Salah satu maksudnya adalah memberikan yang masih hidup kesempatan untuk melihat kematian dan belajar tentang kehidupan. Supaya saatnya kelak kematian datang, ia sudah siap.

 

Coba hitung, sejak kita melek yang namanya kehidupan,

katakanlah sejak kita berumur 10 tahun hingga sekarang, sudah berapa kali kematian yang kita lihat ?

sudah berapa orang dekat yang disentuh oleh kematian ?

dan tanya pula sejauh ini apa dampak kematian bagi kita ?

apakah Cuma sebatas sedih ?

apakah Cuma sebatas duka ?

atau kemudian kematian membuat kita sanggup merenung akan hakikat kehidupan yang  cuma sebentar ? masing-masing tentu punya jawaban.

Allah jauh-jauh hari mengingatkan kita akan kematian  di banyak ayat-Nya di dalam al-qur’an. Diantaranya yang terdapat dalam surat al-Hasyr : 18 “Wahai orang yang beriman, hendaknya kamu pelihara diri kamu dan menyiapkan diri untuk hari esok (hari kematian) ….”

Hidup bukan sekali ini saja, masih ada kehidupan sesungguhnya yang akan sangat panjang kita lalui, bahkan merupakan kehidupan keabadian. Enak tidaknya, bagus buruknya, kehidupan kedua kita kelak, sangat tergantung dari kehidupan saat ini. Wallahu a’lam

Surga dan neraka

Diriwayatkan dari Rasulullah Muhammad, ruh seorang mukmin itu tidak akan kekuar dari jasadnya sehingga ia melihat tempatnya di surga. Sedangkan ruhnya orang kafir (termasuk orang kufur nikmat) tidak akan keluar sehingga dia melihat tempatnya di neraka.

Para sahabat bertanya, wahai Rasulullah, bagaimana mungkin orang mukmin bisa melihat tempatnya di surga dan yang kafir bisa melihat tempatnya di neraka ?

Rasulullah menjawab, sesungguhnya Allah telah menciptakan Malaikat Jibril sebaik-baik bentuk dan memiliki 600 sayap. Dari sayap-sayap tersebut terdapat dua sayap yang berwarna hijau seperti sayap burung Suari. Apabila dia mengembangkan sayapnya, maka terbentanglah sayap itu antara langit dan bumi. Di sayap kanan terdapat gambaran surga beserta isinya, yakni bidadari, istana, kamar bertingkat, sungai, buah-buahan dan sebagainya.

Sedang disayap kiri, terdapat gambaran neraka jahanam beserta isinya, yakni ular, kalajengking, kamar-kamar tingkat rendah, dan Malaikat Zabaniyah.

Diriwayatkan , apabila ajal seorang hamba telah datang, masuklan sekelompok malaikat ke dalam urat-uratnya dan menyerap ruhnya dari telapak kakinya sampai kedua lututnya, kemudian mereka ini keluar.

Setealah itu, masuklah lagi sekelompok malaikat yang kedua, lalu menyerap ruhnya dari kedua lututnya sampai ke pusarnya, kemudian keluar. Kemuadian masuklah lagi sekelompok malaikat yang ketiga dan menyerap ruhnya dari perut sampai ke dada, kemudian keluar. Dan kemudian masuklah sekelompok malaikat yang ke empat, dan menyerap ruhnya dari dadanya sampai ke tenggorokannya.

Pada waktu itu, apabila dia orang yang beriman, maka Malaikat Jibril mengembangkan sayapnya yang kanan, sehingga dia melihat tempat kembalinya di surga dan dia memperhatikan dan memperhatikan terus, sampai-sampai tidak ,   melihat dan mengingat sekelilingnya.

Sebaliknya, jika yang meninggal adalah para pendosa yang belum sempat memohon ampun kepada Allah maka Malaikat Jibril mengembangkan sayapnya ke kiri. Sehingga dia melihat neraka. Orang ini terus menerus memperhatikannya dengan rasa takut. Hingga karena rasa takutnya, sampai-sampai ia tidak lagi memperhatikan dan mengingat sekelilingnya.

Sayap kiri dan kanan yang akan dibentangkan oleh Malaikat Jibril di penghujung kehidupan kita, adalah pilihan yang harus kita pilih sejak dari sekarang, ketika Allah masih memberikan kesempatan umur, kesempatan kesehatan, kesempatan rizki…. supaya tidak terlambar adanya (salam yusuf mansur/rf/ird)

Info : koran pos kota tanggal 23 November 2012