K.H. Ahmad Dahlan

Beliau dilahirkan di Kauman, Yogyakarta, 1868, dengan nama Muhammad Darwis, anak ke empat dari K.H Abu Bakar. Ia sendiri, dari pernikahannya dengan Siit Walidah dikaruniai enam orang anak.

Sebagai seorang alim, semasa kecil, Muhammad Darwis belajar agama dan bahasa Arab. Ketika berusia 20 tahun, ia disuruh orang tuanya beribadah haji. Kesempatan berharga ini tidak disia-siakan. Lima tahun ia bermukim di Mekkah, belajar Qiraat, tauhid, tafsir, fiqh, tasawuf, ilmu mantik dan falak. Nah, sekembalinya ke kampungnya, ia berganti nama jadi Haji Ahmad Dahlan.

Kegigihannya menuntut ilmu mendorongnya kembali ke Mekkah. Tahun 1903 ia berangkat lagi, selama 3 tahun belajar ilmu agama dari Syekh Ahmad Khatib Minangkabau. Tapi ia juga tertarik pada pemikiran Ibnu Taimiyah, Jamaluddin Al Afghani, Muhammad Abduh dan Muhammad Rasyid Rida. Sedang kitab tafsir yang menarik hatinya termasuk tafsir Al Manar. Nah, dari tafsir ini Kiai Dahlan dapat inspirasi dan motivasi mengadakan perbaikan dan pembaruan umat Islam Indonesia.

Banyak yang sudah dilakukan K.H Ahmad Dahlan, sebelum mendirikan Muhammadiyah. Ia sempat mengajar agama di kampungnya. Juga di sekolah negeri, semisal sekolah Kweekschool (Sekolah Raja) di Jetis (Yogyakarta) dan Opleiding School voor Inlansche Ambtenaren (OSVIA, Sekolah Pendidikan untuk Pegawai Pribumi) di Magelang. Sambil mengajar, ia masih sempat berdagang dan bertabligh.

Pada tahun 1909 ia masuk perkumpulan Boedi Oetomo. Kenapa ? ingin berdakwah bukan untuk masyarakat awam saja, tapi juga para pegawai golongan atas. Nah, dengan masuk Boedi Oetomo, ia harap dapat mengajarkan Islam pada anggotanya. Selanjutnya mereka akan meneruskan ke kantor dan sekolah masing-masing. Juga guru-guru yang mendengar ceramahnya, dapat menyampaikan ke murid masing-masing.

Memang, ceramah K.H Ahmad Dahlan mendapat tanggapan positif, dan mereka menyarankan mendirikan sekolah, yang teratur organisasinya plus sesuai dengan sekolah modern. Pada 1911 ia berhasil mendirikan sekolah dengan sistem kelas, seperti sekolah Belanda, bukan lagi belajar di surau. Nah, yang diajarkan selain ilmu-ilmu khusus macam akidah dan fiqih, juga ilmu umum, semisal berhitung, ilmu bumi, dan ilmu tubuh manusia.

Pada tanggal 18 November 1912 K.H Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah. Selain ia sendiri, pengurusnya antara lain Abdullah Siraj, Haji Ahmad, Haji Abdurrahman dan R. Haji Sarkawi. Untuk mengukuhkan Muhammadiyah, ia mengajukan permintaan Recht Persoon (Badan Hukum) pada Gubernur Jendral Belanda di Jakarta. Tapi baru dikabulkan hampir dua tahun kemudian, tepatnya 22 Agustus 1941.  Itupun ditentukan, Muhammadiyah hanya diizinkan untuk daerah Yogyakarta, dan izin hanya berlaku 29 tahun. Begitulah politik Kolonialis.

K.H Ahmad Dahlan memang pantang mundur. Padahal sewaktu mendirikan Muhammadiyah, banyak hambatan yang dialaminya baik secara fisik dan mental. Bukan saja dari masyarakat sekitar tapi juga dari pihak keluarganya. Berbagai tuduhan, fitnah, dan hasutan dilemparkan kepadanya. Ada yang menuduhnya ingin mendirikan agama baru yang menyalahi ajaran Islam, Kiai palsu atau kafir, karena ia meniru cara-cara barat. Bahkan ada pula yang mau membunuhnya. Semua hambatan itu ia terima dengan lapang dan keyakinan, bahwa yang dilakukannya suatu kebenaran.

Hubungannya dengan tokoh Islam lainnya tidak terputus. Contohnya ketika H.O.S Tjokroaminoto menggelar Kongres Islam di Cirebon pada 1921, Muhammadiyah ikut membantu. Nah, K.H Ahmad Dahlan menyampaikan prasaran tentang “Pembaruan Pemikiran Islam dan Konsep Pendidikan Islam” dalam kongres itu.

Ketika sedang sakit sekaligus menjelang akhir hayatnya, ia tetap giat beramal untuk kebaikan masyarakat Islam, melalui Muhammadiyah. Sekalipun dokter telah melarangnya untuk aktif, ia tetap bekerja keras, hingga Allah Swt. Memanggilnya pada usia 55 tahun pada tanggal 23 Februari 1923.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s