Kisah Inspiratif Sahabat Rasulullah

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Salam Ukhuwah fillah untuk akhi dan ukhti yang mengunjungi my blogger.. Insya Allah artikel ini bermanfaat… Isi blogger ini mengenai kisah inspiratif yang datang dari 2 sahabat Rasulullah Saw. yang merupakan orang terkemuka. Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah Saw. dan Umar bin Khattab , masuknya mereka ke dalam Islam menimbulkan perubahan yang besar dalam sejarah Islam yang pendek.

Kamis, 25 Agustus 2011
Umar bin Khattab masuk Islam
Hanya tiga hari setelah Hamzah masuk Islam, Umar juga masuk Islam. Umar , laki-laki bertubuh tinggi dan kuat, pernah menjadi musuh bebuyutan bagi orang-orang Islam. Dia terkenal dengan kemarahannya yang mengerikan dan cintanya kepada puisi serta kuat minum. Kisah tentang bagaimana Umar masuk Islam merupakan kisah paling menarik dalam sejarah Islam.
Umar mendengar bahwa Rasulullah Saw. membaca ayat-ayat Al-Qur’an di Ka’bah, dan beberapa ayat yang dia dengar menggerakkannya. Akan tetapi, hatinya tetap menentang Islam dan Rasulullah Saw. Kemarahannya memuncak hingga suatu hari dia mengambil pedang dan memutuskan untuk membunuh Rasulullah Saw. Untungnya, Umar tidak berhasil melaksanakan niat tersebut.
Sambil menggenggam pedang di tangannya dan keputusannya sudah bulat, Umar bertemu dengan Nu’aim bin Abdullah yang kemudian bertanya kepadanya, “Engkau akan pergi kemana ?”
“Aku akan membunuh Muhammad,” jawabnya.
“Bagaimana engkau akan menyelamatkan diri dari Bani Hasyim dan Bani Zuhra?”
Merasa marah dengan pertanyaan tersebut, yang kelihatannya seperti ancaman bagi dirinya, Umar menjawab, “Seolah-olah engkau telah meninggalkan kepercayaan kita.”
“Umar!” jawab Nu’aim. “Yang mengejutkan adalah bahwa adik perempuanmu beserta suaminya juga keyakinanmu.”
Umar sangat marah, dan perhatiannya beralih dari Rasulullah Saw. kepada keluarganya sendiri. Dengan geram, dia berangkat menuju rumah adiknya. Saat itu, Khabbab bin Aratt berada disana dan sedang mengajarkan surat Thaa Haa kepada adik Umar dan suaminya. Ketika mereka mendengar suara yang berada diluar pintu, Khabbab bersembunyi dan fatimah, adik Umar, dengan cepat menyembunyikan lembaran-lembaran kertas yang berisi ayat-ayat Al-Qur’an tersebut.
“Ocehan apa yang aku dengar ?”
Mereka mengetahui bahwa Umar sangat marah dan membawa sebilah pedang.
“Tidak ada, kami hanya bercakap-cakap.”
Barangkali kalian berdua meninggalkan keyakinan kalian,” tegas Umar.
Adik ipar Umar berkata, “Baiklah, katakan kepada Umar. Bagaimana jika kebenaran jauh dari agamamu?” Jawaban Umar terhaap pertanyaan ini sangat cepat dan keras. Dia menyerang adik iparnya dan memukulinya dengan kejam. Ketika adiknya mencoba melerai keduanya untuk melindungi suaminya, Umar memukul wajahnya dengan keras. Darah mengalir ke pipinya, tetapi saat itu Fatimah tidak bisa dicegah untuk mengatakann kebenaran. Mengulangi pertanyaan suaminya, Fatimah menantang kebijaksanaan dari keyakinan Umar. “Umar! Bagaimana jika kebenaran tersebut jauh dari agamamu ?”
Kemudian dihadapan kakaknya, dia mengatakan keyakinannya sendiri, dengan menggunakan kata-kata yang sama dengan yang diucapkan setiap orang Islam sebagai kesaksian yang sungguh-sungguh mengenai ke-Esa-an Allah dan Kenabian Muhammad Saw. Dia berkata, “Aku bersaksi bahwa tidak adaTuhan yang patut disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah.”
Ketika mendengar pernyataan tegas tentang keyakinan adiknya, dia merasa malu. “Tunjukkan kepadaku apa yang kamu baca,” ujarnya.
Adiknya menjawab, “Kamu tidak suci, dan hanya orang-orang yang suci dan bersih yang bisa menyentuhnya. Basuhlah dirimu.”
Umar yang berhati-hati segera mandi dan mengambil lembaran-lembaran surat Thaa Haa kemudian membaca Bismillah ar-Rahman al-Rahiim (Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang).
“Ini adalah nama-nama yang suci,” kata Umar. Dia terus membaca :
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS. ThaaHaa [20] : 14)

Umar berseru kagum karena keindahan ayat-ayat tersebut. “Dimana aku bisa menemukan Muhammad?” tanya dia.
Ketika Khabbab Ra. mendengarnya, dia keluar dari persembunyiannya, kemudian berkata, “Wahai Umar! Bergembiralah. Aku berdoa mudah-mudahan Allah memberkatimu. Malam kamis yang lalu, aku mendengar Nabi Muhammad Saw. berdoa kepada Allah : “Ya Allah, perkuatlah Islam dengan Umar bin Khattab atau Abu Jahal bi Hisyam!”.
Setelah Umar mengetahui bahwa Rasulullah Saw. berada di Dar al-Arqam, dia bergegas menuju ke sana dengan harapan bisa bertemu beliau. Dia mengetuk pintu, dan salah seorang sahabat Nabi yang mengintip di celah pintu menyaksikan Umar dengan pedang ditangannya dan terlihat sangat gelisah. Sahabat tersebut bergegas menuju ke belakang rumah dan mengabarkan berita yang menakutkan.
“Ada apa ?” tanya Hamzah Ra.
“Umar berada di depan pintu,” lapor sahabat tersebut.
“Hanya itu ?” seru Hamzah. “Jika dia datang dengan damai, bagus. Jika tidak kita harus membunuhnya dengan pedangnya sendiri.”
Sementara itu, Nabi Muhammad Saw. sedang menerima wahyu dari Allah, dan setelah selesai, beliau menuju ke ruang tamu. Umar duduk di sana. Rasulullah Saw. memegang pakaian dan sarung pedangnya kemudian berkata kepada Umar, “Umar! Apakah engkau tidak akan menyimpang dari jalanmu, kecuali Allah Yang Maha Kuasa memberikan hukuman seperti yang Dia timpakan kepada Walid bin Mughira ? Ya Allah! Inilah Umar bin Khattab. Ya Allah! Limpahkan kekuatan dan kemuliaan bagi Islam melalui Umar bin Khattab.”
Setelah Rasulullah Saw. mengakhiri doanya, Umar berkata, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang pantas disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa engkau adalah rasulullah.”
Orang-orang yang hadir dalam ruangan tersebut berseru, “Allahu Akbar!” (Tuhan Yang Maha Besar!) dengan keras hingga seruan tersebut menggema di seluruh Ka’bah.

Hamzah bin Abdul Muthalib

Hamzah bin Abdul Muthalib memeluk Islam
Suatu kali, Abu Jahal berpapasan dengan Rasulullah Saw. di dekat bukit Shafa. Dia mulai menghina Rasulullah Saw. dan, menurut beberapa sumber, memukul beliau dengan sebongkah batu hingga berdarah. Rasulullah Saw., yang benar-benar sabar tidak menanggapi gangguan Abu Jahal. Seorang budak wanita milik Abdullah bin Jad’an menyaksikan kejadian ini. Mereka puas dengan apa yang dilakukannya, Abu Jahal pergi ke Ka’bah, kemudian duduk bersama beberapa orang Quraisy.
Tidak lama kemudian, Hamzah kembali dari berburu dengan membawa busur panahnya. Ketika budak wanita itu menceritakan kepadanya apa yang telah dialami keponakannya, Hamzah menyerang Abu Jahal, “Engkau kantong angin, apakah engkau berani menganiaya keponakanku jika aku mengikuti agamanya ?” Hamzah memukul kepala Abu Jahal dengan busur panahnya hingga luka. Orang-orang dari Bani Makhzum (suku Abu Jahal) dan Bani Hasyim (suku Hamzah) berdiri berhadap-hadapan sampai Abu Jahal menyuruh teman-temannya untuk tetap ditempatnya, sembari berkata, ” Biarkan Abu Ammara (Hamzah) pergi. Aku telah berlaku kejam kepada keponakannya.”
Hamzah yang tiba-tiba masuk Islam jelas disebabkan oleh pendiriannya terhadap kehormatan keluarga. Rasulullah Saw. sudah mencoba untuk menyendiri selama enam tahun, tahun-tahun yang sulit untuk menyebarkan pesan Allah, dan Hamzah tidak pernah sama sekali memikirkan hal ini. Akan tetapi, tidak lama kemudian, sesuatu mulai tumbuh dalam hati Hamzah. Dia menyadari bahwa iman telah berakar, dan dia mulai melihat cintanya kepada Islam disebabkan oleh hubungan keluarga antara dia dengan Nabi Muhammad Saw. Imannya kepada Allah berkembang menjadi sangat kuat hingga kemudian dia mendapat julukan “As’adullah” (Singa Allah).

About these ads
By shinaromandiyah1 Posted in Islami

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s